Tito Berharap Anak Buahnya Jadi Pimpinan KPK

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 15:29 WIB
Tito Berharap Anak Buahnya Jadi Pimpinan KPK Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap salah satu anggotanya terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Menurut Tito, lembaga antirasuah akan kesulitan menangani kasus korupsi di seluruh Indonesia. Untuk mengatasi itu KPK harus menggandeng instansi lain seperti Polri.

"Salah satu mitra yang potensial bagi KPK untuk bekerjasama menangani dan mencegah korupsi itu adalah Polri," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/6).


Tito menjelaskan Polri merupakan instansi yang bisa membantu KPK karena memiliki jaringan sampai dengan ke daerah-daerah. Kemudian juga memiliki kemampuan karena anggota-anggota Polri sudah dilatih di bidang pendidikan korupsi.

"Biasa mereka melakukan kegiatan penyelidikan, mengerti mengenai IT dan jangan lupa teman teman KPK, banyak juga dididik di lingkungan pendidikan reserse Polri. Jangan lupa juga sejarah bahwa di awal pembesaran KPK berdiri itu melibatkan Polri baik di tingkat pimpinan," ujarnya.

Kepemimpinan KPK periode 2015-2019 akan segera berakhir pada 4 Juli mendatang. Panitia seleksi yang dibentuk Presiden Jokowi, hingga Kamis (20/6) pekan lalu, sudah mengantongi 20 nama yang akan mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.

Para pendaftar memiliki latar belakang yang beragam. Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan pihaknya berencana menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon pimpinan KPK pada September 2019.

"September dimulai dan kita ambil putusan sebelum kita berakhir. Mereka akan dilantik sebagaimana periode yang lalu pada bulan Desember oleh presiden yang baru yang akan diumumkan tanggal 28 pikiran saya Pak Jokowi," kata politikus yang akrab disapa Bamsoet di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (24/6).

Sementara itu Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan ada sembilan perwira tinggi Polri yang telah mendaftar seleksi calon pimpinan KPK.

Pendaftaran dilakukan di internal Polri, dan nantinya setelah seleksi dilakukan oleh Polri, nama-nama perwira tinggi yang lolos seleksi akan direkomendasikan oleh Polri untuk mengikuti seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) KPK.

"Sudah menerima pendaftaran sembilan orang perwira tinggi polri yang berencana akan mengikuti seleksi terbuka calon komisioner KPK," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (18/6).

Dedi menuturkan nantinya ada penilaian secara internal untuk memeriksa satu per satu persyaratan administrasi. Selain itu, juga akan melihat kompetensi, serta bidang pengalaman di penugasan.

Tito membenarkan hal itu. Dia mengklaim sembilan nama itu tidak memiliki rekam jejak yang bermasalah.

"Ada sembilan ya, seleksi internal kami enggak ada masalah. Hanya saja enggak tahu kalau ada LHKPN, ada PPATK, pengecekan lainnya akan dilaksanakan," katanya.

Nama sembilan pati Polri yang ikut seleksi calon pimpinan KPK diketahui berdasarkan lampiran Surat Kapolri Nomor B/722/VI/KEP/2019/SSDM bertanggal 19 Juni 2019. Surat yang beredar ini ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Eko Indra Heri.

Berdasarkan lampiran surat tersebut, berikut nama-nama pati yang menjadi kandidat untuk mendaftar ke Capim KPK:

1.Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Antam Novambar
2. Pati Bareskrim Polri, Irjen Pol Dharma Pongrekun
3. Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Coki Manurung
4. Analis Kebijakan Utama Bidang Polair Baharkam Polri, Irjen Pol Abdul Gofur
5. Pati Bareskrim Polri, Brigjen Pol Muhammad Iswandi Hari
6. Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto
7. Karosunluhkum Divkum Polri, Brigjen Pol Agung Makbul
8. Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Juansih
9. Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Sri Handayani

[Gambas:Video CNN] (sas/wis)