"Jabatan bukan tujuan 02, itu spekulasi, yang jelas Gerindra akan mengawal dan menjaga kedaulatan rakyat," kata Mulyadi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/6).
Kabar tentang kesepakatan politik kedua kubu yang berseteru, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno muncul menjelang putusan sengketa pilpres di MK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti menolak," katanya.
"Kita istiqomah bersama rakyat untuk memperjuangkan hak konstitusi rakyat. Kita yakin kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, suara rakyat adalah suara Tuhan," katanya.
"Kita tetap menjaga dan menghormati pilihan dan pengorbanan rakyat," katanya.
Juru Bicara BPN Andre Rosiade juga mengatakan tidak ada satupun pimpinan Partai Gerindra, termasuk Prabowo yang datang menemui Jokowi ataupun pewakilannya untuk membahas kesepakatan jabatan politik di pemerintahan.
Ia pun menyindir manuver Wasekjen PAN Faldo yang lebih banyak mencari sensasi belakangan ini dengan melontarkan pernyataan tentang kemungkinan Prabowo menjadi wantimpres.
"Pimpinan Gerindra tidak ada yang datang minta-minta jabatan," kata Andre.
[Gambas:Video CNN] (ugo)