Kepala Lapas Sukamiskin, Tejo Harwanto mengatakan perubahan itu terlihat dari momen ketika para petugas hanya perlu sekali untuk memberikan instruksi yang oleh para narapidana langsung dilaksanakan.
"Misalnya cukup sekali menyampaikan tugas, mereka (narapidana) langsung mengerti, langsung melaksanakan," kata Tejo di Bandung, Rabu (26/6) dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang yang memindahkan bukan kami, tapi saudara sendiri, kata saya ke mereka," ucap Tejo.
Hal ini membuat mantan Ketua DPR itu dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang mempunyai pengamanan sangat ketat.
Tejo mengatakan, narapidana selalu dinilai berdasarkan tingkah lakunya. Pemindahan Setnov ke Gunung Sindur layak karena sudah memenuhi kriteria untuk ditempatkan di lapas dengan pengamanan maksimum setelah melakukan pelanggaran berat.
"Kami nggak mau mereka pindah, tapi kalau mereka nggak tertib terhadap aturan, mungkin tidak cocok di situ (Sukamiskin), mungkin cocoknya di yang maksimum atau super maksimum," kata Tejo.
"Sudah tahu kan, Kalapas dan Kakanwil sama gilanya, yang memutuskan itu kami berdua, keputusannya hanya lima menit," kata Liberti.
Menurutnya keputusan pemindahan Setnov tersebut adalah tanggung jawab dirinya. Ia rela memutuskan hal itu dengan segala resikonya.
"Saya lebih baik lengser karena menjalankan aturan daripada lengser karena mencederai amanah masyarakat," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)