Kepala Polres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan mengatakan spanduk itu bakal dibuka dan diperlihatkan kepada massa pengunjuk rasa jika pukul 18.00 WIB masih belum membubarkan diri dari Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
"Selama ini suka ada yang bilang imbauan enggak terdengar dari mobil raisa (pengurai massa). Sekarang kita sediakan spanduk. Jadi ada dua imbauan, lisan lewat mobil raisa dan juga spanduk ini," ucap Harry di depan Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan melakukan penembakan gas air mata. Saudaraku pulanglah demi keselamatan," mengutip bunyi kalimat dalam spanduk melalui video yang diperlihatkan Harry kepada CNNIndonesia.com.
Sejauh ini, polisi bersiaga di balik pagar berduri depan Museum Nasional Jalan Medan Merdeka Barat. Sekitar 30-40 personel Sabhara telah mengenakan helm dan rompi pelindung. Tameng dan tongkat dari bambu yang dibelah juga telah disiapkan.
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo juga menegaskan pihaknya dapat membubarkan secara paksa massa yang sedang unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat apabila diperlukan. Salah satu dasarnya adalah jika aksi berlangsung melebihi waktu yang sudah disepakati.
"Sesuai dengan surat yang diajukan ke Polda Metro Jaya sampai pukul 18.00," ujar Dedi.
Dedi mengatakan saat ini setidaknya ada 15 kelompok yang tergabung dalam aksi di Medan Merdeka Barat. Satu di antaranya berasal dari kelompok mahasiswa dan sisanya adalah kelompok yang terafiliasi dengan gerakan PA 212 dengan jumlah total peserta berkisar antara 2.500 sampai 3.000 orang.