Usai di MK, Abdullah Hehamahua Bakal Lapor Komnas HAM Besok

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 18:53 WIB
Usai di MK, Abdullah Hehamahua Bakal Lapor Komnas HAM Besok Mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua .9CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator lapangan aksi kawal sidang Mahkamah Konstitusi (MK) Abdullah Hehamahua menyebut para hakim kemungkinan besar akan menolak gugatan PHPU Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu ia katakan saat berorasi diatas mobil komando sebelum para peserta aksi membubarkan diri di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6) sore.

"Pengalaman saya di bidang hukum bisa memprediksi bahwa [gugatan] 02 akan ditolak," kata Abdullah.


Meski demikian, eks Penasehat KPK ini mengajak para peserta aksi tak berkecil hati. Ia mengajak massa untuk terus berjuang bersama para ulama memperjuangkan keadilan di Indonesia.

"Ini baru satu episode, bahwa bukti anda apakah tetap mau berjuang bersama habaib, kiai. Setuju?" kata Abdullah.

Abdullah lantas menyampaikan tiga pernyataan sikap atau rencana aksi ke depan di hadapan massa.

Pertama, Abdullah mengajak para peserta aksi untuk bersama-sama menuju kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) esok (28/6) selesai salat jumat.

Abdullah mengajak ke Komnas HAM dengan tujuan untuk melaporkan kasus ratusan petugas KPPS yang meninggal saat gelaran Pemilu 2019 lalu. Tak hanya itu, Abdullah berencana akan melaporkan ke Komnas HAM terkait kasus 9 korban meninggal dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu.

"Besok salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, dari sana kita bergerak ke Komnas HAM, kita ingin melaporkan agar Komnas HAM mengusut hilangnya 600 korban KPPS dan korban tanggal 21-22 Mei," kata dia.

Setelah itu, Abdullah berencana akan bertemu dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Tujuannya agar DPR bisa mengusut tuntas KPU dan Bawaslu terkait kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilpres.

"Ini bukan demo, agar DPR memanggil apakah KPU, atau Bawaslu atas fenomena kecurangan yang ada selama pilpres agar DPR melaksanakan tugas itu," kata dia

Kedua, Abdullah berencana melaporkan KPU ke Peradilan Internasional agar melakukan investigasi sistem IT KPU yang dinilai tak transparan dan diduga melakukan kecurangan.

"Semoga campur tangan internasional itu bisa mengubah hasil [Pilpres] pada bulan Oktober esok," kata dia.

Terakhir, Abdullah mengajak para peserta aksi melakukan konsolidasi agar mampu mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri di tahun 2024. Bahkan, ia mengusulkan agar para peserta aksi mampu membentuk parpol sendiri guna menyongsong Pemilu 2024 mendatang.

"Kalau parpol lain nggak bisa kita percayai, kita bentuk partai sendiri. Maka peliharalah keteguhan kalau sampai Oktober esok Allah belum kasih kemenangan buat kita," kata Abdullah.

[Gambas:Video CNN]

Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah dari semula "Usai di MK, Abdullah Hehamahua Bakal Demo ke Komnas HAM Besok". (rzr/osc)