Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan komplotan tersebut terdiri dari lima orang, yakni F alias Ferdy, B alias Bokir, DF alias Adi, TH alias Dado, dan RY alias Nada.
Lihat juga:Komplotan Pembobol ATM Diringkus Polisi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komplotan tersebut, kata Argo, menargetkan mesin ATM yang berada di daerah sepi di wilayah Tangerang. Selama menjalankan aksinya, komplotan tersebut setidaknya telah berhasil membobol enam mesin ATM dengan total kerugian mencapai Rp25 juta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Sementara tersangka TH, B, dan RY berperan memantau keadaan sekitar serta mengalihkan perhatian orang-orang sekitar. Kemudian tersangka DF berperan sebagai joki yang mengemudikan mobil untuk kabur usai mereka melancarkan aksi.
Congkel Mesin
Argo menjelaskan aksi komplotan tersebut bermula dengan memasukkan kartu ATM ke dalam mesin dan memasukkan password. Kartu ATM itu merupakan kartu asli dan sandi yang asli.
Saat mesin bersiap mengeluarkan uang, komplotan itu kemudian mematikan aliran listrik mesinnya. Mereka lalu mencongkel lubang keluarnya dengan menggunakan obeng.
"Saat uang mau keluar, mereka mematikan listrik menggunakan remote, kalau pas menghitung uang dan mau keluar, listrik dimatikan. Saat uang masih di mulut ATM, tersangka mencongkel mesin sehingga uang keluar," tutur Argo.
Ilustrasi mesin ATM. (Safir Makki) |
Mesin ATM yang menjadi korbannya merupakan mesin milik sejumlah bank, di antaranya Bank Mandiri, BCA, BNI, dan Bank Permata.
Argo menyampaikan komplotan itu telah beroperasi sejak bulan April. Kepada polisi, lanjutnya, para tersangka mengaku menggunakan uang hasil curiannya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.
(dis/arh)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (
Ilustrasi mesin ATM. (