Hal itu ia katakan untuk merespons merebaknya isu Gerindra akan bergabung dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf dengan meminta beberapa jabatan publik.
"Kita kedepankan kepentingan bangsa dan negara, kepentingan konstituen juga, Gerindra itu nyaman dengan posisi oposisi, [Gerindra] gak ngiler-ngiler amat masuk ke koalisi," kata Hendarsam dalam sebuah diskusi di D'Consulate, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Parameternya, wakil ketua DPR itu otomatis dapat kita, nomor 1 dapat ketua, parpol pemenang kedua dapat wakil, ga ada deal pun dapat [wakil ketua DPR]," kata dia.
Meski demikian, Hendarsam mengatakan tak menutup kemungkinan bila Prabowo dan Gerindra merapat ke koalisi Jokowi. Bila hal itu terjadi, ia memastikan bahwa hal tersebut demi kepentingan bangsa dan negara.
"Selama 5 tahun pak Jokowi tak seperti itu, ini PR kita bersama untuk mengingatkan Pak Jokowi, supaya kita kawal pak Jokowi untuk jadi pemimpin semua golongan, tak hanya pemimpin golongannya saja," kata dia.