Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan luncuran awan panas guguran Merapi terjadi pada pukul 06:13 WIB memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 110 detik.
Seperti dilansir Antara, berdasarkan pengamatan BPPTKG mulai pukul 00:00-06:00 WIB, tiga kali guguran lava juga terpantau meluncur dari Gunung Merapi dengan jarak maksimum 600-850 meter ke hulu Kali Gendol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 15 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat dan barat. Suhu udara 11-15.8 derajat Celsius, kelembaban udara 49-80 persen, dan tekanan udara 628.4-709.1 mmHg.
Selain itu, karena semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG meminta warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.