Hal itu berdasarkan pengamatannya dalam pertemuan antara Airlangga dan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Senin (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menunjukkan kenyamanan Presiden, dia menyebut pertemuan itu juga menunjukkan ada pengakuan bahwa Golkar berkontribusi nyata dalam kemenangan Jokowi di Pilpres 2019.
"Pak Jokowi hendak menegaskan bahwa posisinya ada irisan dengan Golkar sangat kuat dibanding partai lain tapi tentu saja pengecualian PDIP," ujar Sabil.
Terkait penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar, Sabil menekankan bahwa itu tetap akan diselenggarakan Desember 2019.
Diketahui, Partai Golkar kini diterpa isu percepatan munas demi mengganti posisi puncak partai itu. Penantang Airlangga di kursi ketua umum saat ini baru Bambang Soesatyo alias Bamsoet, yang kini menjabat Ketua DPR.
Sejumlah DPD Partai Golkar dan organisasi sayap di Partai Golkar mulai menyatakan dukungannya kepada Bamsoet. Misalnya, ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
(arh)