"Bupati dan rombongan akan ke beberapa kampung guna menanyakan kepada masyarakat apakah mendengar atau mengetahui keberadaan heli milik TNI AD," kata Danrem 172 PWY Kol Inf Binsar Sianipar, Selasa (2/7) seperti dikutip dari Antara.
Dalam kunjungan tersebut, kata Sianipar, Oktemka didampingi didampingi Dandim 1702 Wamena Letkol Inf Chandra Dianto. Mereka, katanya, sudah terbang menggunakan helikopter Bell 206 milik swasta dari Oksibil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sianipar mengatakan pencarian saat ini difokuskan lewat udara. Sementara itu pencarian tim darat yang bergerak sejak Minggu (30/6) lalu telah ditarik setelah tak mendapat informasi lanjutan.
Sebelumnya, masyarakat di Oksob mengaku mendengar suara menderu helikopter, namun tidak terlihat akibat cuaca berkabut saat itu di sekitar punggung gunung Mol dan Aprok.
Sementara ini, kata Sianipar, tim darat dalam status bersiaga di Kampung Mirin sambil menunggu informasi lanjutan.
"Mudah-mudahan tim segera dapat informasi tentang keberadaan heli tersebut," ujar Sianipar.
Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta awak hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Jumat lalu.
Helikopter yang melakukan misi pengiriman logistik ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Distrik Okbibab itu hilang kontak saat sedang dalam penerbangan ke Sentani, Jayapura. Setidaknya ada 12 orang di dalam helikopter dengan nomor registrasi HA-5138 tersebut.