Desakan ini disampaikan Hengky lantaran SBY dinilai gagal memimpin Partai Demokrat selama periode kepemimpinannya. Dia menilai SBY justru membuat partai porak poranda.
"SBY gagal selama menjadi ketua umum dalam dua periode pemilu yaitu tahun 2014 dan 2019," kata Hengky saat konferensi pers di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SBY menganut sistem partai dinasti dan sering melakukan manajemen konflik atau menyingkirkan para pejuang partai yang telah berjasa kepadanya," kata dia.
Hengky membeberkan 'dosa' lain SBY yang dinilai menghancurkan Partai Demokrat, di antaranya membuat jabatan struktur yang bukan hasil kongres hingga rangkap jabatan.
"Bahkan kepemimpinan monolog yang artinya tidak boleh dikoreksi apapun hasilnya," kata dia.
Atas dasar itu, Hengky dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak SBY mundur dari jabatannya sebagai ketua umum melalui kongres luar biasa yang harus segera digelar dalam waktu dekat.
"Segera melakukan kongres dipercepat atau kongres luar biasa dipercepat," kata dia.
Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak SBY mundur dari jabatan ketua umum. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Dalam kesempatan itu, Hengky juga menjelaskan bahwa Partai Demokrat bukan didirikan oleh SBY. Pada dasarnya, Presiden ke-enam RI ini adalah kader biasa yang baru bergabung dengan partai setelah Demokrat berdiri kurang lebih dua tahun.
"Demokrat berdiri tanggal 10 September 2001, yang pasti nama dan wajah SBY belum pernah hadir dalam rapat-rapat pendiri Partai Demokrat," kata Hengky.
"Saya bersyukur masih ada bukti dokumentasi rekaman video bahwa SBY meminta untuk menjadi salah satu kader Partai Demokrat di tahun 2003," lanjutnya.
Menanggapi desakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan partainya belum mau menyikapinya karena masih berduka atas meninggalnya istri SBY, Ani Yudhoyono, beberapa waktu lalu.
"Demokrat masih berduka. Kami tidak interested membahas politik di saat makam Ibu Ani masih 'basah'," kata Rachland.
[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)
Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak SBY mundur dari jabatan ketua umum. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)