Sahat menganggap Soekarwo layak karena punya track record yang baik ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Selain itu, Sahat menilai Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo ini memiliki prestasi untuk Demokrat.
"Mengenai hal calon kuat Ketum, PD memiliki beberapa kader kuat. Beberapa jendral bisa, mantan Gubernur Jawa Timur Pak Soekarwo bisa," kata Sahat saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Sahat, SBY tak akan bisa menolak untuk lengser jika para pendiri telah mengeluarkan dekrit
"SBY seyogyanya ada rasa malu karena sudah gagal dua periode," kata dia.
Hengky menyebut SBY sebagai Ketua Umum yang tinggal kelas hingga dua kali karena telah menghilangkan lebih dari setengah suara pendukung partai dalam dua periode pemilu.
Periode pertama, papar Hengky, SBY kehilangan suara pendukung partai hingga 50,05 persen dari suara semula sebesar 20,40 persen menjadi 10,19 persen perolehan suara. Pada periode kedua, perolehan suara kembali turun dari 10,19 persen menjadi hanya 7,77 persen.
Tak hanya soal kegagalan mempertahankan suara pendukung partai, menurut Hengky, SBY juga telah merusak tatanan partai dengan melanggar sejumlah AD/ART. SBY bahkan tak segan membuat Demokrat menjadi partai dinasti dengan memberi sejumlah jabatan untuk keluarganya.
Sementara itu Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa pihaknya bakal menindaktegas forum pendiri Demokrat yang meminta SBY mundur dari ketua umum.
Ferdinand menyebut Sahat Saragih cs hanya menggunakan nama forum pendiri Demokrat. Walau bagaimanapun, lanjutnya, pihak yang berhak melakukan evaluasi adalah DPD dan DPC berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
"Forum pendiri ini tidak ada dalam AD/ART partai. Mereka orang-orang tak punya hak suara untuk mengevaluasi kepemimpinan Ketua Umum Pak SBY," kata Ferdinand. (tst/wis)