Pendaftaran Tsani diketahui ketika dia terlihat keluar dari kantor Sekretariat Negara setelah memberikan berkas pendaftarannya. Pansel Capim KPK berkantor di Setneg selama proses seleksi.
Tsani mengaku mendaftar untuk pertama kali. Dia mengatakan telah mendapatkan dukungan dari pimpinan KPK saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK sebelumnya akan mendaftarkan sembilan nama yang berasal dari unsur internal KPK sebagai capim KPK. Namun Tsani mengaku bukan bagian dari 9 orang tersebut. Ia menyatakan mendaftar secara pribadi.
Alasan Mendaftar
Sementara, Giri Supradiono juga turut mendaftar ke Pansel Capim KPK. Dia sudah 14 tahun mengabdi di lembaga antirasuah. Giri mengaku ikut mendaftar karena ingin memberantas korupsi dari level terbawah, tak cuma pejabat.
"Banyak pejabat yang kena tapi kemudian banyak yang belum menyelesaikan korupsi yang di level bawah," kata Giri di kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (4/7).
"Yang utama adalah kita harus memperbaiki politik itu. Politik ini berintegritas. Kalau politik ini murah kemudian insentif bagi pejabatnya bagus, tinggi dan yang terakhir adalah bahwa negara harus hadir dalam politik melalui pendanaan yang mencukupi," kata dia.
Selain Tsani dan Giri, sebelumnya Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan juga telah mendaftar. Dua komisioner KPK juga kembali mendaftar. Namun belum diketahui nama kedua komisioner yang akan mendaftar.
Pansel Capim KPK menyebut sampai pagi ini setidaknya 205 orang yang telah mendaftar. Mereka terdiri dari berbagai unsur. Pendaftaran akan ditutup, Kamis (4/7) pukul 16.00 WIB.
"Pengacara 43 orang, akademisi 40 orang, swasta 20 orang, jaksa/hakim 13 orang, Polri 9 orang, auditor 3 orang. Sisanya berasal dari berbagai latar belakang," ungkap Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih.
[Gambas:Video CNN] (ani/osc)