"Saya rasa untuk rekonsiliasi itu alamiah saja, kita harus mengelola endak usah dipaksakan toh semua sudah menerima hasil pemilihan umum, utusan sudah final dan mengikat," kata Jimly dalam sambutan di acara halal bihalal ICMI, Jumat (5/7).
Menurutnya, sebelum melakukan rekonsiliasi yang terpenting adalah para pendukung dari masing-masing kubu harus dipersiapkan. Jika diburu-buru, kata dia, maka akan mengecewakan para pendukung terutama pendukung Prabowo yaitu emak-emak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jimly juga menyatakan bahwa rekonsiliasi adalah sikap yang baik. Namun, saat ini yang jauh lebih penting adalah bagaimana mengelola perbedaan untuk lima tahun ked epan. Ia juga menambahkan jangan sampai adanya kecenderungan monolitik, ketika semuanya akan ikut ke dalam koalisi pemenang.
Selain itu, Jimly mengatakan tantangan terbesar adalah potensi konflik yang terjadi pascapemilu ini. Dia berharap adanya strategi baru mengenai kerukunan antarumat beragama.
"Karena dampak dari Pilpres kemarin tuh kelihatan, pembelahannya itu berdasarkan agama, itu enggak sehat. Jadi kita harus ke depan itu merajut ulang ya hubungan antarumat beragama," ujar Jimly.