Doni mengatakan Sutopo merupakan Pahlawan Kemanusiaan. Sebutan itu diberikannya karena kondisi sakit Sutopo tak menghentikannya untuk memberikan informasi kepada publik terkait bencana.
"Pak Topo ini Pahlawan Kemanusiaan, karena di kondisi sakit dia tetap memberikan informasi kepada publik," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia wafat di tengah perjuangannya mengobati kanker di Guangzhou, China. Kabar telah tiadanya Sutopo pun disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB lewat akun Twitternya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tengah berkomunikasi dengan pihak keluarga Sutopo yang berada di Guangzhou. Selain itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang sedang berada di Guangzhou juga menyambangi rumah sakit tempat Sutopo dirawat.
Doni belum dapat memastikan di mana Sutopo akan dimakamkan. Pasalnya masih terdapat dua pilihan antara TPU Pondok Rangon atau pemakaman dilangsungkan di Boyolali, kampung halaman Sutopo.
"Kedatangan (jenazah) sedang diproses, kita akan menyambut di sini memberi kesempatan kepada rekan untuk kita penghormatan terakhir. Pemakaman masih menunggu keputusan di Pondok Rangon tetapi orang tua ingin di kampung halaman," tuturnya.
Sutopo wafat setelah berjuang lama melawan kanker yang menggerogoti kesehatan tubuhnya. Dalam pekerjaannya sebagai Kepala Pusdatin Humas BNPB, bisa dikatakan popularitas Sutopo sudah ibarat menteri bahkan presiden.
Sutopo telah menjalani perawatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, China, sejak 15 Juni 2019.
[Gambas:Video CNN] (gst/mik)