Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Sutopo sebagai sosok yang gigih. Terlebih, pria 49 tahun itu harus berjuang melawan kanker paru stadium IV sembari menjalankan tugas melayani negara.
"Almarhum Sutopo Humas BNPB tidak hanya sosok humanis yang tetap setia menjalankan tugas meski sedang sakit. Bagi saya, beliau adalah pejuang sosial kemanusiaan," kata Megawati yang sedang berada di Beijing dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jenazah Sutopo akan Dimakamkan di Boyolali |
"Dalam situasi krisis ketika tanggap darurat terjadi, almarhum Sutopo mampu menjadi jembatan penghiburan, membangun harapan di tengah korban bencana, dan membantu menentramkan masyarakat melalui fungsi kehumasan yang dijalankan dengan sangat baik," ujar Megawati.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan selama ini Sutopo menjadi mitra berkesan bagi partai berlambang kepala banteng itu.
"Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan selama ini memiliki koordinasi dan kerjasama yang baik dengan BNPB. Semua tidak terlepas dari peran almarhum Sutopo. PDI Perjuangan sungguh merasa kehilangan dengan sosok berdedikasi tersebut," kata Hasto.
Dalam pekerjaannya, bisa dikatakan popularitas Sutopo sudah ibarat menteri bahkan presiden. Saat mendengar Sutopo harus melanjutkan pengobatan ke Guangzhou, China, pada Sabtu (15/6) netizen pun menggemakan tagar (#) DoaBuatSutopo di media sosial.
Sutopo memang dikenal dan 'disayang' karena banyak memberikan layanan informasi bencana, ancaman, serta penanggulangannya kepada masyarakat.
Dalam perbincangan dengan CNNIndonesia.com pada 1 Oktober 2018, Sutopo mengaku mulanya ia menjadi juru bicara BNPB karena 'dipaksa'.
"Waktu itu saya dipaksa dilantik. Saya enggak punya background komunikasi, tapi bisa menjelaskan itu (bencana)," katanya.
[Gambas:Video CNN] (rea)