Permintaan itu disampaikan Sutopo semasa menjalani pengobatan di Guangzhou Modern Hospital, Guangzhou, China.
"Firasatnya sejak satu minggu lalu Pak Sutopo minta pulang terus. Dia merasa sudah sehat, tetapi ternyata kondisinya drop," kata adik ipar Sutopo, Ahmad Jatmiko di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu.
Sutopo berobat kanker paru ke Guangzhou, China sejak pertengahan bulan lalu. Dari awal proses pengobatan, ayah dua ini ditemani oleh sang istri Retno Utami Yulianingsih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal kakak kami ini juga tidak merokok, kok bisa kena kanker paru. Untuk pengobatannya di Indonesia dan negara lain sudah angkat tangan. Kemudian ada masukan dari pihak tertentu agar dibawa ke China," katanya.
"Karena sedang ada tugas ke Solo jadi mampir pulang sekalian. Saat pulang beliau tidak mengeluh tentang penyakitnya, memang beliau tidak pernah mengeluh," katanya.
Lihat juga:Kenangan Sutopo Bangga Jadi Orang Boyolali |
Ia mengatakan Sutopo lebih senang menggunakan waktu untuk bekerja agar menghilangkan rasa sakit yang dideritanya.
"Katanya lebih senang dipakai untuk bekerja karena kalau di rumah malah terasa sakitnya," katanya.
Setelah melewati berbagai proses pengobatan, Sutopo meninggal dunia pada pukul 02.00 waktu Guangzhou, China. Sutopo sendiri dikenal sebagai salah satu pejuang kemanusiaan di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
(antara/gil)