Tim gabungan memiliki tenggat waktu dalam bekerja mengungkap dalang penyerangan itu. Tenggat kerja mereka berakhir Minggu (7/7) lalu. Hanya saja, Amnesty International menilai tak satupun fakta yang terungkap selama enam bulan terakhir.
"Ini adalah bukti bahwa Tim Gabungan tidak bekerja efektif untuk mengungkap kebenaran dan keadilan di sekitar kasus Novel," kata Amnesty International seperti dikutip di laman petisi change.org, Senin (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin selanjutnya yang memicu pesimisme adalah soal transparansi penanganan kasus kepada publik. Menurut Amnesty tim gabungan bentukan Tito tidak bekerja seperti tim-tim penyelidikan ad hoc yang sempat ada di Indonesia. Misalnya seperti Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk Kerusuhan Mei 1998.
Atas dasar itu Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi tetap meminta Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen agar tidak rawan konflik kepentingan dan berpihak pada kebenaran kasus.
"TGPF Independen akan memberi kesempatan tidak saja untuk menyelesaikan kasus penyerangan Novel Baswedan, namun juga memberikan masukan konkret dalam mendorong agenda reformasi kepolisian, anti korupsi dan perlindungan pembela HAM - termasuk para pegawai KPK dari teror dan intimidasi yang masih terjadi selama ini," paparnya.
Permintaan serupa disampaikan Wadah Pegawai KPK. Ketua WP KPK Yudi Purnomo meminta Presiden Jokowi mengambil alih pengusutan kasus tersebut dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen yang bertanggung jawab langsung kepada presiden.
Menurut Yudi kasus Novel harusnya bukan hanya menjadi kasus individu tetapi juga merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari penyerangan dan teror terhadap KPK.
Ia mengatakan pembiaran penyerangan dan teror terhadap pegawai, struktural, maupun Pimpinan KPK, menjadi angin segar bagi berbagai pihak untuk melakukan penyerangan lanjutan terhadap KPK.
"Untuk itu, Wadah Pegawai KPK sebagai representasi Pegawai KPK memandang ketidakseriusan pengungkapan kasus Novel merupakan cerminan komitmen yang lemah terhadap pemberantasan korupsi," katanya.
[Gambas:Video CNN] (sah/wis)