Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. Menurutnya, Jokowi juga tak dalam posisi memberi restu kepada sosok yang maju dalam perebutan kursi Golkar 1.
"Ini berjalan saja, berjalan alami. Jadi enggak ada lah itu menunggu restu dari presiden, saya pastikan tidak," kata Ngabalin saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau presiden dan pemerintah mengintervensi sampai menunggu arah angin dari presiden Jokowi itu sesuatu yang publik bisa tersesat di siang bolong," ujarnya.
"Karena itu kaitannya dengan posisi Golkar baik Munas maupun atur-mengatur sama sekali tidak ada urusannya dengan Presiden Joko Widodo," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga menyebut faktor restu dari Presiden Jokowi akan sangat menentukan bagi kandidat untuk menduduki posisi ketua umum di ajang forum Munas selanjutnya.
"Karena kalau kita lihat restu Pak Jokowi. Siapa yang direstui Pak Jokowi saya kira itu yang akan memimpin Partai Golkar nanti," kata Andi dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (7/7).
Jokowi, kata Andi, ingin saling duduk bersama para ketum parpol pengusungnya yang sudah memiliki legitimasi kuat dari para kader-kadernya masing-masing.
"Pak Jokowi inginnya duduk dengan para ketum partai yang sudah memiliki legitimasi kuat. Jadi sebelum dilantik, semua agenda parpol sudah beres semua," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (fra/osc)