Sebab robohnya lima SUTET tersebut, saat ini sebagian wilayah (Muba) pun gelap karena tak ada aliran listrik.
Manajer UP3 Palembang PT PLN Wilayah Sumsel-Jambi- Bengkulu, Nanang Prasetyo, mengatakan pasokan listrik ke gardu induk Sekayu terputus karena menara T96 hingga T100 penghantar transmisi Betung - Sekayu rusak parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tower roboh diduga hujan deras dan angin kencang. Indikasi ini terlihat dari beberapa pohon tumbang yang berada di sekitar tower," kata Nanang.
Selain itu, untuk meminimalisasi dampak putusnya aliran listrik di gardu induk Sekayu, PLN mengupayakan manuver suplai dari gardu Betung dan disiapkan mobil genset di objek vital. Secara pararel, PLN pun menyiagakan lima menara darurat.
"Butuh sekitar 10 hari hingga transimis bisa diperbaiki dan dioperasikan kembali karena lokasi tower tersebu merupakan lahan rawa," katanya.
Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Unit Induk WS2JB, Bakri, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk melakukan perbaikan dan pemulihan untuk sementara waktu.
Ia menjelaskan, jalur transmisi tegangan tinggi berbeda dengan jaringan tegangan menengah atau tegangan rendah. Jalur transmisi seringkali melintasi daerah-daerah yang cukup jauh dari jalur transportasi.
"Biasanya jalur transmisi ini melewati hutan, perkebunan, rawa-rawa dan persawahan, sehingga tingkat kesulitannya lebih tinggi. Sekarang upaya yang dilakukan menyiapkan beberapa penyulang atau jalur lagi untuk suplai dari Betung ke Sekayu," ujar dia.