Global Qurban-ACT Bakal Gelar 'Farm Tour' di Blora

ACT, CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 18:00 WIB
Global Qurban-ACT Bakal Gelar 'Farm Tour' di Blora Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan menggelar Program Global Qurban di Lumbung Ternak Wakaf di Desa Sambong, Blora, Jawa Tengah. (Foto: ACT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan menggelar Program Global Qurban di Lumbung Ternak Wakaf di Desa Sambong, Blora, Jawa Tengah menjelang Iduladha pada Agustus nanti.

Program Global Qurban-ACT bakal disajikan dengan mengajak para pemangku kepentingan untuk melihat cara mereka mengelola hewan kurban alias farm tour. Iduladha akan jatuh pada 11 Agustus mendatang.

"Kami mengajak sahabat-sahabat dermawan semua untuk merasakan langsung pengalaman sebelum dan saat berkurban. Ikut terjun mengetahui setiap proses persiapan implementasi kurban, melihat kualitas ternak dan kesiapan Global Qurban," ujar Presiden Global Qurban Hafit T. Mas'ud dalam satu acara, Kamis (11/7).



Sebelumnya, program Global Qurban juga digelar di Desa Nanggela, Tana Toraja pada 2018. Saat itu, demikian Hafit, warga setempat mengaku sejak 50 tahun lalu tidak pernah merasakan daging kurban.

Pemotongan hewan kurban dari Global Qurban merupakan pengalaman perayaan Lebaran Kurban pertama bagi masyarakat sekitar. Sementara di luar negeri, Somalia menjadi salah satu negara target program Global Qurban.

"Kurban memiliki dimensi aktivitas ritual ibadah, syiar dakwah Islamiyah, kebermanfaatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penyediaan dan pendistribusian hewan kurban," tambah Hafit.

Di dalam pengelolaan Global Qurban secara profesional, ada wakaf sebagai penggerak utamanya.

Terkait hal itu, ACT menginisiasi Global Wakaf Foundation sebagai lembaga yang khusus mengelola filantropi dan manfaat wakaf. Salah satu program utamanya adalah Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) di Blora.

Penyediaan Hewan Kurban

Di dalamnya terdapat Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang mengelola implementasi wakaf dalam penyediaan hewan kurban.

Presiden Global Wakaf Imam Akbari menyebut program LTW menyerap banyak sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah. LTW melibatkan para peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan.


"Dalam kawasan ini (LTW), aset-aset wakaf produktif dikelola secara optimal sehingga mampu membawa ekonomi masyarakat setempat ke arah yang lebih baik," katanya.

Senada, Vice President ACT Ibnu Khajar menuturkan masyarakat Indonesia masih banyak yang berjiwa dermawan, dan Global Qurban hadir untuk memudahkan mereka menunaikan ibadah kurban.

"Insya Allah di tahun ini, kami niatkan untuk menyalurkan 100 ribu kurban setara kambing yang akan menyasar kembali 34 provinsi di Indonesia dan menjangkau 50 negara, serta menyapa 7,5 juta penerima manfaat warga prasejahtera, wilayah konflik dan bencana," katanya. (asa)


ARTIKEL TERKAIT