"Parpol kita itu hampir semua mengalami proses persamaan. Dulu dikenal Golkar, PDIP di pihak nasional, kemudian di pihak agama ada PAN, PKS, PKB, PPP, tapi sekarang ini terbaur," ujar JK saat memberikan pengarahan dalam pelatihan peserta Lemhanas di istana wakil presiden, Jakarta, Kamis (11/7).
Pada dasarnya, lanjut JK, parpol itu memiliki kesamaan tujuan berupa kekuasaan. Oleh karena itu, perbedaan ideologi dinilai tak lagi penting. Terlebih dalam kondisi politik saat ini, menurutnya, parpol lebih mengupayakan untuk meminta jatah kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini justru berbanding terbalik dengan kondisi di masyarakat. Menurutnya, masyarakat justru terpolarisasi karena terpicu masalah kecil. Oleh karena itu, ia menekankan pada elite parpol agar mampu mendamaikan dan menyatukan masyarakat.
"Itu tugas kita kemudian membawa bangsa ini lebih bersatu lagi dalam politik sehingga tidak terjadi polarisasi seperti itu," imbuh JK.
Isu rekonsiliasi yang diduga berujung bagi-bagi kursi usai pilpres 2019 semakin sering diperbincangkan di kalangan elite politik. Beberapa partai yang menjadi oposisi kubu petahana di pemilu 2019 juga kini menjalin komunikasi dan membicarakan jatah kekuasaan baik di tingkat eksekutif maupun parlemen.
[Gambas:Video CNN] (psp/dal)