Miftah bercerita Sukarno pernah meniru gaya sahabat Rasul, Bilal bin Rabbah, saat mengunjungi makam Rasulullah SAW. Sukarno berjongkok untuk menghormati sosok Muhammad SAW.
"Dia tanggalkan atribut kepresidenannya, dia datang ke makam Rasulullah dengan cara jongkok. Lalu ditanya, 'Wahai Sukarno, kenapa engkau melakukan itu?' (Sukarno menjawab) 'Ini (Muhammad) adalah manusia terbaik sepanjang sejarah,' kata Sukarno," ujar Miftah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya perbandingan tersebut tidak tepat. Sebab akan membelah publik menjadi dua karena seolah-oleh pemilih Sukarno tak cinta Muhammad SAW dan sebaliknya.
Meski begitu, pendakwah yang terkenal sering berceramah di klub malam itu meminta warga NU tidak merisak Sukmawati. Sembari bergurau, Miftah mengajak jemaah untuk mendoakan Sukmawati.
"Bapaknya begitu cinta dengan Rasulullah, anaknya masyaallah. Sudah jangan dibully, didoakan saja mudah-mudahn dapat hidayah. Doakan saja beliau panjang umur, sehingga orang sedunia mati, dia hidup sendiri," ucap Miftah sembari bercanda.
Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan. Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media. Sukmawati disebut membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.
"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," kata Sukmawati kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11). (dhf/evn)