Saat demo berlangsung, sempat terjadi aksi saling dorong-mendorong antara polisi dan warga, karena dari pihak warga meminta untuk memaksa masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Direktur PT. Garam sendiri tak menemui warga, hanya petugasnya yang hadir. Namun, peserta demo enggan menyampaikan tuntutan karena dinilai sia-sia. Menurut warga, pimpinan mestinya hadir jika PT. Garam memang beriktikad baik.
Dipandu polisi, peserta demo pun membubarkan diri.
Namun, mereka tak berhenti. Gagal menemui pimpinan PT. Garam, Syafii dan puluhan warga lainnya beranjak ke jalan menuju kantor tersebut. Mereka menaburkan sekitar 5 ton garam rakyat sambil membakar ban bekas. Jal itu sendiri merupakan satu-satunya jalur menuju dan dari lokasi PT. Garam. Posko warga yang sebelumnya berada di pinggir jalan pun dipindah ke tengah jalan.
Menurut Syafii, akses jalan yang sering dilewati tersebut tak pernah diperbaiki. Padahal, setiap hari jalan tersebut sering dilalui.
Tuntutan tersebut, kata Syafii, di antaranya meliputi, petani garam khusus petani garam di Desa Pandan diberi kebebasan dalam menyewa lahan, infrastruktur jalan diperbaiki, dan tidak terpengaruh terhadap okum pejabat publik dari luar.
Kepala Devisi Keamanan PT. Garam Sentot Wahyu Hidayat mengaku akan menempuh jalur hukum jika akses jalannya diblokade. Sebab, pihaknya sebagai perusahaan negara dilindungi regulasi aturan dalam melaksanakan tugas wewenang. "Akan kami tempuh jalur hukum," singkatnya.
(nrs/arh)