Sebelumnya, juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyebut pihaknya bakal menggelar Ijtimak Ulama jilid IV untuk menentukan sikap politik, apakah menjadi oposisi atau tidak. PA 212 merupakan satu di antara sejumlah kelompok islam yang mendukung Prabowo Subianto dan juga Partai Gerindra.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Riza Patria, Ijtimak Ulama IV dilakukan bukan lagi dalam rangka mendukung capres, melainkan untuk kebaikan kepentingan rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ulama punya sikap, pendapat, pendirian sendiri," ucap dia.
Riza meyakini keputusan yang dihasilkan oleh para ulama nantinya akan mengakomodir kepentingan rakyat. Oleh karena itu, Partai Gerindra, menurut dia, tidak takut akan kemungkinan kehilangan dukungan.
"Pasti sikap yang baik, bijak untuk kepentingan banyak orang, negara, rakyat dan umat, kita akan hormati dan hargai," tukas dia.
Sementara itu, Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menyebut dukungan kelompok Islam kepada Prabowo Subianto tidak akan hilang kendati ada rekonsiliasi.
"Saya kira sejauh ini tidak, kelompok Islam masih mendukung (Prabowo). Kalau saya membaca mereka tetap mendukung Prabowo," ujar Adi Prayitno kepada CNNIndonesia.com.
"Kelompok Islam butuh sandaran untuk penetrasi politiknya. Penetrasi dalam bentuk menyampaikan ide, gagasan politiknya," kata Adi.
Terpisah, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menganggap tidak ada yang spesial dari pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Pertemuan itu menurutnya, biasa saja.
"Pertemuan yang biasa-biasa saja, layaknya sering terjadi di dunia perpolitikan. Terkesan 01 tampak cerah bahagia," kata Yusuf saat dihubungi CNNIndonesia.com.
"Itu adalah hak dia," kata Yusuf.
Yusuf mengaku sudah sejak lama memprediksi Jokowi dan Prabowo bakal bertemu usai gelaran Pilpres 2019. Dia bicara demikian setelah melihat gelagat orang-orang di tingkat elite.
Meski begitu, Yusuf mengaku tidak pernah ikut campur mengenai pertemuan Jokowi dan Prabowo sejak masih berupa rencana.
Dia mengklaim tetap menjaga jarak meski memiliki kedekatan dengan Prabowo selama Pilpres 2019 lalu.
"Kami tidak pernah membatasi atau ikut campur terlalu dalam, bebas setiap kelompok dan kawan mengambil jalannya masing," kata Yusuf.
[Gambas:Video CNN] (ryn/wis)