Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo mengatakan tim investigasi tersebut akan menyelidiki sistem MOS yang dilakukan oleh panitia di SMA tersebut. Pihaknya akan mencari bahwa ada unsur kelalaian dan kesengajaan atau tidak, yang menyebabkan kematian DBJ dalam kegiatan MOS.
"Apakah hal ini kesalahan tindakan atau suatu kejadian di luar keinginan panitia, yang akan menjadi rujukan apakah Disdik nanti. Kami sudah melakukan teguran keras, sudah saya wanti-wanti agar MOS bebas dari kekerasan fisik maupun mental," ujar Widodo, Minggu (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang semua kegiatannya terkait dan tidak berlebihan, apalagi menyimpang dari tujuan sekolah yaitu mendidik. Kurikulum mereka pun sama, kurikulum nasional hanya berbeda di pembentukan karakternya saja," ujar dia.
"Tidak ada lagi tindakan yang mengakibatkan kejadian seperti itu yang bisa jadi alasan pembenaran. Proses hukumnya, ada tidaknya tindak pidana pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan. Kita serahkan semua ke polisi, kita tunggu hasilnya," kata Widodo.