Pasalnya, pada hari dan jam-jam itu matahari tepat berada di atas kakbah, di Makkah, Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di BMKG akan melakukan praktek koreksi arah kiblat hari ini pukul 16.00 WIB di depan Masjid Ardhussalam, BMKG," katanya.
Ilustrasi bayangan. (CNNIndonesia/Safir Makki) |
"Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah," kata dia, dikutip dari Antara.
Menurut dia, peristiwa itu dikenal juga dengan nama Istiwa A'dham atau Rashdul Qiblah. Yakni, waktu matahari ada di atas kakbah dengan bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
Lihat juga:Cara Mudah Cari Kiblat Pakai AR |
"Sebelum matahari tepat berada di atas kakbah pada pukul 16.26 WIB, dan pastikan batang tersebut mengenai sinar matahari sehingga menghasilkan bayangan," sebut BMKG.
Kedua, tandai arah bayangan yang dihasilkan oleh batang lurus tersebut tepat pada pukul 16.26 WIB.
Ketiga, arah kiblat mengarah dari ujung bayangan menuju batang yang sudah ditancapkan.
[Gambas:Twitter]
"Kondisi seperti ini akan terulang tiap tahunnya pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli," BMKG melanjutkan.
BMKG menambahkan bahwa wilayah yang dapat mengamati peristiwa tersebut hanya Wilayah Indonesia Barat dan Wilayah Indonesia Tengah.
Untuk pengamatan di Wilayah Indonesia Timur, BMKG menyebut itu hanya dapat dilakukan saat matahari di antipoda (arah sebaliknya) Kakbah setiap 16 Januari pada pukul 06.29 WIT, dan 28 November pada pukul 06.09 WIT.
[Gambas:Video CNN] (ara/arh)
Ilustrasi bayangan. (