Hal itu ia katakan usai bertemu dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Hotel Grand Melia, Jakarta, Senin (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, internal Partai Golkar memiliki pandangan beragam soal gelaran Munas 2019.
"Secara etik, kami melihat sesuatu diminta belum waktunya dipercepat, dasarnya apa? Kepentingannya apa? Justru itu melanggar etik itu," kata dia.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan munas pada Desember 2019 itu sudah sesuai aturan dan mekanisme partai.
"Ya itu kan udah aturan. Kalau kami mengingatkan munas ini selesai Desember. Jadi enggak usah dicepetin, dilambatin," cetusnya.
Ia mengatakan bahwa Airlangga hanya melanjutkan periode kepemimpinan mantan Ketum Golkar Setya Novanto yang ditangkap KPK terkait kasus korupsi e-KTP.
"Tadi juga salah satu yang mereka merekomendasikan Munas sesuai aturan yang berlaku, ya Desember itu. Karena kita melanjutkan apa yang dilakukan pak ARB dan akhirnya kebetulan Pak Airlangga Munaslubnya Desember," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)