Jokowi ingin jajarannya memantau langsung dampak kekeringan yang sudah dirasakan masyarakat di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada tahun ini akan lebih kering dibandingkan tahun lalu. Puncak musim kemarau terjadi pada Agustus-September 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah-daerah yang sudah mengalami musim kemarau berkepanjangan itu antara lain berada di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden RI Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
"Kami harapkan kebakaran hutan dan lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari," tuturnya.
Selain ancaman kekeringan, pada musim kemarau ini pemerintah pun mewaspadai Karhutla. Bahkan, pada 9 Juli lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan telah ada lima provinsi yang menetapkan status siaga darurat karhutla.
Lima provinsi itu adalah Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
[Gambas:Video CNN] (fra/kid)
Presiden RI Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)