Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban akibat bencana alam tersebut.
"Dampak gempa bumi di provinsi Maluku Utara per 16 Juli 2019, yakni 4 orang meninggal dan 51 orang luka-luka," ujar Agus di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gempa susulan sampai dengan 16 Juli 2019, pukul 06.00 WIB sebanyak 93 kali. Namun yang dirasakan hanya 30," ujarnya.
Sementara itu, Agus menyebut BNPB akan memberikan dana siap pakai (DSP) dan mengirimkan heli guna membantu penanganan darurat di sejumlah titik terdampak gempa.
Sejumlah pihak seperti TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/lembaga, Tagana, hingga relawan juga turut mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian.
Hasil pendataan BNPB sementara, kebutuhan yang paling mendesak bagi pengungsi adalah beras, air mineral, makanan siap saji, mie instan, tikar, matras, selimut, terpal, popok bayi, hingga pakaian anak.
"Distribusi logistik penguatan untuk provinsi Maluku Utara dalam perjalanan dengan kapal, jadwal tiba Kamis 18 Juli 2019," ujar Agus.
Lebih dari itu, Agus menyampaikan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat selama 7 hari, yaitu 15 hingga 21 juli 2019.
"Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umur di Labuha untuk penanganan pengungsi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (jps/osc)