Berdasarkan hasil studi Greenpeace dan IQ AirVisual yang dipublikasikan 5 Maret 2019, Jakarta menempati puncak daftar kota paling berpolusi di Asia Tenggara pada tahun 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Berdasarkan hasil studi Greenpeace dan IQ AirVisual yang dipublikasikan 5 Maret 2019, Jakarta menempati puncak daftar kota paling berpolusi di Asia Tenggara pada tahun 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dalam studi Greenpeace dan IQ AirVisual ditemukan rata-rata harian kualitas udara di Jakarta lebih buruk 4,5 kali lipat dari batas aman dan batas sehat yang ditetapkan oleh WHO. Angka itu meningkat dibanding 2017 di mana rata-rata harian kualitas udara di Jakarta adalah 29,7. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Berbagai faktor memengaruhi kualitas udara di Jakarta dari mulai buangan emisi industri dan PLTU, kendaraan bermotor, hingga kegiatan domestik seperti pembakaran sampah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Cara tercepat yang dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi polusi udara adalah dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas membatasi kendaraan, dan uji emisi. Selain itu, edukasi dan kebijakan juga dibuat agar masyarakat beralih ke moda transportasi umum. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta dengan indikator PM 2.5 pada 2018 adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Setidaknya ada dua PLTU yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta, salah satunya PLTU yang berada di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam diskusi soal pemindahan ibu kota negara, 10 Juli 2019, menyatakan salah satu alasan memindahkan ibu kota dari Jakarta adalah karena kepungan PLTU. (CNN Indonesia/Andry Novelino)