Diketahui, Polri berencana menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar terkait kasus Novel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti saya sampaikan bahwa terungkapnya pelakunya bang Novel tentu akan menjadi terbukanya kotak pandora terhadap pelaku pelaku teror yang lainnya," ucapnya.
"Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas Siapa yang bermain dalam politik ini jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap bang novel. Bang novel adalah korban dan sudah 820 hari lebih Kami mencari siapa pelakunya," ujarnya.
Namun jika tidak ada pengungkapan nama penyerang Novel, Yudi menilai tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu gagal. Ia pun menuntut Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta independen yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden.
Pada kesempatan itu, salah satu anggota tim pakar Hendardi menduga kasus penyiraman air keras Novel berkaitan dengan motif politik. Selain itu anggota lainnya, Hermawan, mengatakan jika terdapat beberapa jenderal bintang tiga yang diperiksa.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal pun menyatakan terdapat temuan menarik dalam pengusutan kasus tersebut.
Novel sendiri disiram air keras di bagian wajahnya oleh orang tak dikenal di lingkungan rumahnya usai melaksanakan salat subuh, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Hingga kini, kasusnya masih buram.
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)