Surya Paloh Respons Ambisi Cak Imin Incar Posisi Ketua MPR

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jul 2019 21:56 WIB
Surya Paloh belum dapat memastikan apakah partainya akan memutuskan untuk ikut mendorong Muhaimin Iskandar ke kursi ketua MPR. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyebut partainya tak akan memperebutkan posisi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024. Paloh menyadari partainya bukan pemenang dalam Pemilu 2019.

"NasDem itu harus tahu diri dia. Jangan, sudah tahu bukan parpol pemenang, bukan juga pemenang kedua masih juga kepengen ketua MPR," kata Paloh di Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta, Selasa (16/7).

Paloh mengatakan partainya sudah cukup menduduki unsur pimpinan MPR ataupun DPR melihat perolehan suara pada pesta demokrasi lima tahunan. NasDem berada pada urutan kelima dengan raihan 9,05 persen dari suara sah Pemilu 2019.


"Sudah cukup dia (NasDem) unsur pimpinan," ujarnya.
Saat disinggung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang ingin menduduki posisi ketua MPR, Paloh meminta agar dikonfirmasi langsung kepada pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut. Paloh mengatakan bahwa Cak Imin memang selalu merasa paling pantas.

"Adek saya itu (Cak Imin) memang dia selalu merasa dia yang paling pantas dan saya hormati itu. Saya hormati. Jadi enggak ada yang salah," tuturnya.

"Biasa adik lebih gesit dari kakak. Sebagai kakak kadang-kadang saya enggak segesit adik," kata Bos Media Group itu menambahkan.

Paloh enggan bicara lebih lanjut saat ditanya apakah akan mendukung Cak Imin menjadi ketua MPR. Menurutnya, perlu dilakukan pembicaraan lebih lanjut terkait keinginan Cak Imin menduduki ketua MPR pada periode mendatang.
"Kalau pada partai lain, sahabat lain, ya boleh aja kita duduk bicara-bicara, ya," tuturnya.

KPU sudah menetapkan perolehan suara Pemilu 2019. PDIP menjadi partai pemenang dengan raihan 19,33 persen dari suara sah nasional. Kemudian berturut-turut ditempati Gerindra dengan 12,57 persen, Golkar dengan 12,31 persen, PKB dengan 9,69 persen, dan NasDem 9,05 persen.

Selanjutnya ada PKS dengan 8,21 persen, Demokrat dengan 7,77 persen, PAN dengan 6,84 persen, dan PPP dengan 4,52 persen.

Sementara partai lainnya seperti Perindo, Partai Berkarya, PSI, Partai Hanura, PBB, Partai Garuda, dan PKPI tak lolos ke Senayan karena perolehan suaranya di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

(fra/ain)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER