Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengungkapkan satu korban meninggal dunia, Saima (90), warga Nyonyifi meninggal dunia di pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur.
Korban meninggal dunia lainnya adalah Ibu Aisyah (54 tahun), asal Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan, Aspar Mukmat (20) asal Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan, Sagaf Girato (50) asal Desa Yomen, Joronga, Aina Amin (50) asal Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan, dan Wiji Siang (60) asal Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pengiriman via udara, BNPB telah mengirimkan dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan.
Sementara itu para pengungsi korban gempa di sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih takut kembali ke rumah.
Alasan warga masih takut pulang karena rumah mereka mengalami rusak berat dan khawatir akan roboh jika terus menerus digoyang gempa susulan. Bahkan tidak sedikit rumah sudah ambruk rata dengan tanah.
BPBD Maluku Utara mencatat lebih dari 3.000 warga mengungsi akibat gempa diberbagai wilayah di Halmahera Selatan, namun jumlah ini diduga tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan karena data belum masuk ke BPBD.
Gempa di Halmahera Selatan sesuai data sementara mengakibatkan korban meninggal enam orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 49 orang. Sementara rumah warga yang rusak mencapai 971 unit, sebagian besar di antaranya rusak berat bahkan tidak sedikit rata degan tanah.
[Gambas:Video CNN] (dal/dal)