"Bukan karena saya sesama menteri ya. Tapi (sikap itu) kurang etis, kurang elok kalau seorang kepala daerah melakukan langkah-langkah tanpa adanya koordinasi dulu," ujar Tjahjo saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Tjahjo juga menyindir soal penghentian layanan air dan listrik.
"Kami serahkan ke Pak Gubernur sebagai atasan langsung agar memanggil wali kota Tangerang. Orang boleh miss komunikasi sama saya tapi jangan langsung kantor saya yang mentang-mentang di wilayahnya diputus listriknya, diputus airnya. Ini kan layanan publik," tuturnya.
Arief sendiri enggan menanggapi banyak pernyataan Tjahjo itu dan menganggapnya sebagai masukan.
"Masukan Pak Mendagri menjadi masukan buat saya," kata Arief kepada CNNIndonesia.com.
Ia berjanji akan menjadikan masukan ini sebagai bahan evaluasi.
Namun Arief menegaskan dirinya tak memutus aliran listik dan air di fasilitas milik Kemenkumham di Tangerang.
"Saya enggak memutus air dan listrik," ujarnya.
Kemenkumham sebelumnya melaporkan Arief ke Polres Kota Tangerang terkait konflik lahan dan penghentian layanan di sejumlah fasilitas milik Kemenkumham di Tangerang.
Dia juga mewacanakan akan menjadikan lahan Kemenkumham tersebut sebagai lahan pertanian. Arief pun menganggap ada yang tidak beres dengan izin lahan tersebut.
(psp/arh)