Andre menjelaskan, pemberitahuan kepada seluruh koalisi pendukung seperti pimpinan partai politik, kelompok ulama, purnawirawan TNI/Polri, hingga relawan dilakukan Prabowo dalam rapat Koalisi Adil Makmur terakhir pada Jumat (28/6).
Bahkan, sehari sebelum pertemuan berlangsung atau tepatnya Jumat (12/7), Prabowo mengirimkan surat kepada sejumlah tokoh ulama hingga Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan eks anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Neno Warisman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prabowo bilang ini untuk kepentingan bangsa dan kita terus diskusi dengan Jokowi. Prabowo meyakini bahwa kompetisi sudah selesai, ngapain bertengkar terus," kata Andre.
Ia pun mengonfirmasi bahwa Partai Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Amien Rais sempat merespons rencana pertemuan dengan Jokowi itu dengan meminta agar Prabowo tidak menjalin koalisi. Namun, ketiganya tak menolak Prabowo bertemu dengan Jokowi pada Sabtu itu.
"Kalau pertemuan mereka enggak menolak ya, mereka tegaskan jangan sampai koalisi," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan selamat pada Jokowi yang telah terpilih sebagai Presiden RI 2019-2024.
Keduanya kemudian makan bersama di salah satu restoran dan didampingi sejumlah tokoh dari masing-masing pihak Jokowi maupun Prabowo.
[Gambas:Video CNN] (mts/osc)