Komisi antirasuah juga menepis tudingan penggunaan kewenangan berlebihan (excessive abuse of power) dalam sejumlah kasus yang ditangani Novel.
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan pihaknya sejak awal berharap pelaku penyiraman air keras segera ditemukan. Namun, TPF belum punya perkembangan signifikan dan tak juga mengungkapkan pelakunya setelah bekerja selama enam bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif setuju bahwa serangan terhadap penyidik senior Novel bukan serangan bersifat pribadi melainkan karena pekerjaannya dalam upaya pemberantasan korupsi.
TPF kasus Novel Baswedan tak mengungkap nama pelaku. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Namun, Syarif mengaku kurang paham konteks excessive abuse of power yang dimaksud tim gabungan pencari fakta. Ia menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugasnya penyidik menggunakan wewenang sesuai hukum acara yang berlaku.
"Jadi tidak ada perbuatan penggunaan kewenangan secara berlebihan,"ucapnya.
"Pimpinan KPK akan membicarakan langkah berikutnya agar teror dan serangan seperti ini bisa ditangani, pelaku ditemukan dan hal yang sama tidak terulang kembali," katanya.
Sebelumnya, Tim Gabungan menyebut ada potensi serangan terhadap Novel karena penanganan enam kasus high profile.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"TPF meyakini kasus-kasus itu berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam karena adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan atau excessive abuse of power," kata Juru Bicara Tim Gabungan Nur Kholis.
Pihaknya hanya merekomendasikan pada Polri untuk menyelidiki lebih lanjut tiga orang tak dikenal yang diduga kuat terlibat kasus itu dan tak mengungkap nama pelaku.
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)
TPF kasus Novel Baswedan tak mengungkap nama pelaku. (
Foto: CNN Indonesia/Fajrian