Menkopolhukam Wiranto mengatakan negosiasi ulang anggaran itu merupakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah.
Lihat juga:Jokowi Minta Kontrak Jet KF-X Dinego Ulang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berkata kedua program membuat sejumlah anggaran di berbagai bidang, termasuk pengembangan pesawat KF-X/IF-X dikurangi.
Menkopolhukam Wiranto klaim pimpin negosiasi ulang pembagian dana pengembangan jet tempur KF-X/IF-X. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
"Ini sudah berjalan hampir setahun dan kita janjikan setahun ini selesai. Maka pagi hari ini kita mencoba untuk memberikan kembali apa yang sudah kita hasilkan, baik dalam rangka pembicaraan dengan pihak Korea Selatan maupun urusan internal," ujarnya.
Terkait dengan hal itu, Wiranto juga mengklaim Korsel memahami alasan Indonesia meminta pengurangan biaya pengembangan pesawat KF-X/IF-X.
Lebih dari itu, ia berharap semua pihak yang terkait dengan proses negosiasi ini dapat bekerja optimal demi kelangsungan proyek pengembangan pesawat KF-X/IF-X.
Sebelumnya, Indonesia dan Korea Selatan sepakat menandatangani cost share agreement untuk proyek pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X yang dikerjakan Indonesia bersama Korsel.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Pada fase kedua pembuatan purwarupa tersebut Indonesia harus membayar 20 persen dari total biaya sebesar Rp18 triliun atau 1,65 triliun won (US$1,3 miliar). Sementara, 80 persen sisanya ditanggung pemerintah Korsel.
[Gambas:Video CNN] (jps/arh)
Menkopolhukam Wiranto klaim pimpin negosiasi ulang pembagian dana pengembangan jet tempur KF-X/IF-X. (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen