Menyikapi pembongkaran instalasi bernama Getah Getih itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih bijak lagi dalam menggunakan anggaran.
"Itu harus hati-hati kan duit rakyat tidak sedikit. Saat itu kita berikan apresiasi kepada Gubernur untuk menghidupkan kreativitas seni untuk ditampilkan di DKI Jakarta. Ya, tapi harus proporsional dong," kata Gembong kepada CNNIndonesia.com Kamis (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, melihat realita yang terjadi, Gembong meminta Anies untuk lebih cerdas memilah milih karya seni yang dibeli dengan uang rakyat.
Pada tahun 2018 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan instalasi seni bambu ini dipajang sebagai sebuah karya seni khas Indonesia. Pemasangan dilakukan dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games 2018.
Petugas Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Jakarta membersihkan sisa-sisa pembongkaran instalasi bambu di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, 18 Juli 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Anies sempat membanggakan seni bambu tersebut. Ia membagikan pemasangannya di akun instagram-nya @aniesbaswedan dan melakukan swafoto bersama seniman yang membangun instalasi seni bambu tersebut pada 15 Agustus 2018. Instalasi seni bambu tersebut merupakan hasil karya dari seniman Joko Avianto.
"Bambunya boleh bengkok, tapi niatnya lurus," kata Anies saat itu.
[Gambas:Instagram]
Saat itu, Anies mengatakan instalasi seni bambu itu tak bisa bertahan selamanya. Ia mengatakan instalasi itu diperkirakan bertahan selama 6-12 bulan saja.
Anies sempat menyampaikan instalasi seni bambu tersebut hanya akan bertahan selama 6 hingga 12 bulan saja.
"Ya keunggulan bambu adalah biodegradable, sehingga otomatis didaur ulang alam," kata Anies soal ketahanan instalasi bambu di bundaran HI itu.
[Gambas:Video CNN] (ctr/kid)
