Deklarasi Bamsoet bertempat di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (18/7). Pada kesempatan yang sama ada sejumlah tokoh lain ikut menggelar deklarasi, diantaranya yaitu Ali Yahya, Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisjam, Marlinda Poernomo serta Ula Nukrawati.
Usai deklarasi Bamsoet berharap agenda pemilihan ketua umum Golkar yang digelar dalam waktu dekat ini bersih dari tindakan kecam mengecam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penonaktifan itu disebut karena para Ketua DPD mendukung Bamsoet calon Ketua Golkar. Namun pengurus pusat telah membantah.
"Kita harus belajar dari kasus Bali dan Ancol [ada dualisme kepemimpinan]. Kita harus bekerja dan berdemokrasi secara benar," katanya.
Deklarasi Bambang Soesatyo sebagai calon ketua umum Partai Golkar. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Bamsoet menjelaskan jika terpilih memimpin partai ia akan mengubah citra Golkar agar ramah milenial.
Upaya mengubah citra itu dengan mengandalkan sayap organisasi. Bamsoet mengatakan sayap partai seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) harus membuat kegiatan yang tepat untuk menggaet milenial.
"Sebab kalau tidak dirangkul mereka bisa lari ke partai baru yang banyak menjanjikan masa depan mereka. Kalau kita mengacu dan tetap pada gaya lama, maka hanya soal waktu saja. Tentu kita tidak mau itu terjadi," jelasnya.
Kemudian, menurut Bamsoet membesarkan partai adalah tugas bersama. Ia juga berharap Golkar menjadi partai tengah yang bisa menjadi harapan rakyat.
Acara deklarasi Bamsoet di Hotel Sultan turut dihadiri Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI). Kemudian juga Paskah Suzetta, Yorrys Raweyai serta Nusron Wahid. Namun Airlangga Hartarto tidak hadir.
[Gambas:Video CNN] (sas/wis)
Deklarasi Bambang Soesatyo sebagai calon ketua umum Partai Golkar. (CNN Indonesia/Hesti Rika)