"Yang jadi korban TNI tiga dan polisi dua, jadi ada lima orang," ujar Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Muchlis AS saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (18/7).
Muchlis belum dapat menjelaskan secara rinci kronologi penyerangan yang terjadi. Namun dia mengatakan penyerangan itu terkait konflik lahan yang berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim sedang melakukan upaya pendekatan terhadap kelompok tersebut karena, kelompoknya berada di tengah hutan yang cukup luas kita berusaha meminimalisir jangan sampai ada korban, mohon sabar," tuturnya.
Namun pencegahan itu membuat warga justru turut menyerang anggota TNI dan Polri sehingga mengalami luka.
"Karena serangan ke kantor, beda dengan yang pembakaran hutan. Ini konflik sudah lama," tuturnya.
Peristiwa penyerangan itu bermula dari kebakaran hutan seluas 10 hektare di dua lokasi pada Jumat (12/7). Pemadaman pun dilakukan untuk antisipasi kebakaran meluas.
Anggota satgas dari TNI dan Polri yang bertugas pun mencegah langkah mereka karena ditakutkan akan melakukan pembakaran hutan lagi. Pencegahan itu berujung pada penyerangan.
[Gambas:Video CNN] (gst/osc)