PA 212 Tak Mau Ikut Campur soal Rencana Prabowo Gabung Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 20:22 WIB
PA 212 Tak Mau Ikut Campur soal Rencana Prabowo Gabung Jokowi Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Persaudaraan Alumni (PA) 212 tak peduli dengan rencana Prabowo Subianto yang bakal rapat bersama jajaran Dewan Pembina Partai Gerindra, Jumat (18/7) pagi. Salah satu yang dibahas Prabowo dalam rapat itu kemungkinan soal rencana merapat ke pemerintahan Joko Widodo.

Ketua PA 212, Slamet Maarif menegaskan pihaknya tidak mau ikut campur terkait agenda rapat Prabowo tersebut.

"Itukan urusan Partai Gerindra, kita nggak mau ikut campur," ujar Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (18/7).


Kepala Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis menambahkan pihaknya tak peduli karena sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Prabowo.

Saat ini PA 212 hanya menunggu acara ijtimak ulama ke-4 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Ijtimak ini digelar untuk merespons perkembangan terkini pascapenyelenggaraan Pilpres 2019.

"Kami hanya tunduk dan patuh kepada IB HRS (Rizieq Shihab) yang tinggal di Kota Makkah. Dan saat ini kami menunggu ijtimak ulama ke-4 serta hasil ijtimak ke-4 tersebut," katanya.
Hal sama diutarakan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang mengaku biasa saja dengan agenda Prabowo tersebut. Munarman juga menyatakan FPI tidak berharap apa-apa dalam agenda rapat antara Prabowo dan para Dewan Pembina partai Gerindra.

"FPI hanya berharap dan bergantung kepada Allah azza wajalla pemilik alam semesta," ujar Munarman.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui soal agenda Prabowo dimaksud.

"Kami hingga saat ini tidak menerima undangan dari siapapun. Mungkin pertemuan dengan partai koalisi," ujar Yusuf.
Yang jelas, lanjut Yusuf, jika memang benar ada pertemuan itu, pihaknya mendoakan agar bermanfaat bagi rakyat.

"Insyaallah apabila benar ada pertemuan kami selalu berdoa yang di bahas masalah-masalah yang bermanfaat bagi rakyat dan negara," ujar Yusuf.

Sebelumnya Partai Gerindra akan membahas sejumlah hal merespons pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo akhir pekan silam. Salah satunya soal sikap tetap menjadi oposisi atau merapat ke pemerintahan.

Untuk itu, Prabowo akan mengumpulkan jajaran Dewan Pembina Partai Gerindra di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor pada Jumat (19/7) pagi.

"Besok [rapat dewan pembina] jam 8 [pagi], di Hambalang," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (18/7).

Muzani mengatakan rapat itu hanya sebatas rapat rutin untuk membahas dan mengkonsultasikan berbagai hal usai berakhirnya Pemilu 2019. Salah satunya Prabowo kemungkinan akan membahas hasil pertemuannya dengan Jokowi.

"Pokoknya Pak Prabowo memiliki kewenangan. Apakah diputus besok lusa, bulan depan, masih belum (tahu)," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (sas/osc)