Berkaca dari penangkapan teroris selama ini, kata JK, polisi mestinya mampu menangkap pelaku penyiraman pada Novel.
"Ya ini kan sekarang tinggal cari orangnya. Polisi ahli di situ, cari teroris saja yang bersembunyi bisa, apalagi di sini ada bukti-bukti awal," ujar JK saat ditemui di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jakarta, Jumat (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel sebelumnya gagal diungkap. Tim Gabungan Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hanya menyampaikan rekomendasi dan motif tanpa menyebutkan siapa pelaku penyiraman air keras pada konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (17/7).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hasil kerja TPF akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Polri. Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan untuk tim teknis mengungkap pelaku penyerangan.
Jokowi menyatakan penyiraman air keras ke Novel bukan kasus yang mudah. Menurutnya, jika kasus yang menimpa salah satu penyidik senior KPK itu mudah, maka dalam waktu satu sampai dua hari pelaku sudah bisa diungkap.
"Ya, ini bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah sehari-dua hari ketemu," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (psp/ain)