Namun demikian, Anies meyakini tim penyelenggara sudah melakukan studi awal di Ibu Kota terkait acara internasional tersebut.
"Ya mereka sudah melakukan studi ada preliminery tapi ini semua statusnya masih confidential sampai fix semuanya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada (penjelasan waktu). Tapi tidak untuk diumumkan. Jadi kalau dibilang enggak ada, ya ada. Kami bicarakan detil tapi kami menghormati dari pihak mereka," jelas dia.
"Jadi sebetulnya secara umum sudah tapi kalau Anda lihat dokumen legal panjang sekali jadi itu semua harus lewat semuanya baru nanti tak resmi diumumkan detailnya," ujar Anies.
Anies masih optimistis bahwa acara dilaksanakan di DKI Jakarta. Dia meminta semua pihak tidak berspekulasi atau saling menyahut kepada tim penyelenggara.
"Jadi ini sudah dibahas semuanya satu per satu. Insya Allah, jadi tidak perlu berbantah dengan Formula. Mereka memang ada prosedur yang mereka harus ikuti. Jadi kita hormati prosedur mereka," tegas dia.
Diketahui sebelumnya Anies memamerkan ke media sosialnya terkait penyelenggaraan Formula E tahun 2020. Melalui akun instagramnya Anies @aniesbaswedan mengatakan telah berhasil bernegoisasi dengan tim penyenggara.
"Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020. Di ujungnya kita bersepakat, Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah," kata Anies.
Sementara itu, Dikutip dari situs motorsport.com, juru bicara Formula E mengatakan pihaknya masih membicarakan hal tersebut di internal. Belum ada keputusan apapun yang dihasilkan oleh tim penyelenggara.
Bahkan Formula E masih memiliki jadwal yang masih bisa berubah untuk tahun 2019 hingga 2020.
"Kami sedang dalam diskusi lanjutan tetapi belum dapat membuat pengumuman apa pun," ujar juru bicara Formula E, dikutip dari motorsport.com.
[Gambas:Video CNN] (ctr/ain)