Saat erupsi tinggi kolom abu tidak teramati, namun seismogram mencatat amplituro erupsi maksimum 37 mm dengan durasi sekitar 7 menit 14 detik.
Kondisi dilaporkan berangsur-angsur kembali kondusif pascaerupsi. Kendati demikian, gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut ini masih berstatus level II (waspada). Masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak diizinkan memasukan kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kejadian aliran air disertai material batuan berukuran abu hingga pasir. Fenomena ini dianggap biasa dan tidak terkait langsung dengan aktivitas erupsi.
PVMBG juga mencatat cuaca pada 1 hingga 18 Juli 2019 cerah, berawan hingga mendung. Kendati pada Jumat pukul 16.43 WIB sempat terjadi satu kali hujan gerimis.
"Curah hujan tercatat di Pos PGA Bromo sebesar 0.4 mm. Aliran banjir berasal dari sisi barat daya lereng Gunung Bromo memutari Gunung Batok ke arah barat. Getaran banjir terekam di seismograph dengan amplitudo maksimum 1 mm dan lama gempa 3 menit 20 detik." (evn)