"Berdasarkan laporan yang kami terima dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur tercatat kegempaan letusan sebanyak 19 kali dengan amplitudo 11-22 mm dengan durasi 40-140 detik," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo, Sabtu (20/7) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara meteorologi, lanjut dia, cuaca di gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu mendung. Angin pun bertiup lemah ke arah selatan dengan suhu udara 22-25 derajat celcius, kelembapan udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.
PVMBG juga mengimbau para pendaki dan masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 Km dan wilayah sejauh 4 Km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Wilayah itu merupakan daerah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sendiri membuka pendakian di Gunung Semeru mulai 12 Mei 2019, setelah sebelumnya ditutup pada 3 Januari 2019. Tujuan penutupan itu adalah untuk memulihkan dan merevitalisasi ekosistem sepanjang jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
(antara/arh)