Gunung Semeru Alami 19 Kali Kegempaan Letusan

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 17:16 WIB
Gunung Semeru Alami 19 Kali Kegempaan Letusan Ilustrasi Gunung Semeru. (AFP PHOTO / Tarko SUDIARNO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, disebut mengalami 19 kali kegempaan letusan serta embusan pada periode pengamatan sepanjang Jumat (19/7). Masyarakat pun diminta mewaspadai guguran kubah lava.

"Berdasarkan laporan yang kami terima dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur tercatat kegempaan letusan sebanyak 19 kali dengan amplitudo 11-22 mm dengan durasi 40-140 detik," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo, Sabtu (20/7) dikutip dari Antara.

Ia menyebut letusan itu tak tampak secara kasat mata karena gunung dalam kondisi berkabut.


"Secara visual, gunung berkabut 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati. Embusan asap dan letusan asap tidak teramati karena gunung tertutup kabut 0II sampai 0III," tuturnya.

Secara meteorologi, lanjut dia, cuaca di gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu mendung. Angin pun bertiup lemah ke arah selatan dengan suhu udara 22-25 derajat celcius, kelembapan udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

"Aktivitas Gunung Semeru pada level II atau waspada, sehingga rekomendasinya masyarakat diminta mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Gunung Semeru yang dikenal dengan kawah Jongring Seloko," katanya.

PVMBG juga mengimbau para pendaki dan masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 Km dan wilayah sejauh 4 Km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Wilayah itu merupakan daerah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sendiri membuka pendakian di Gunung Semeru mulai 12 Mei 2019, setelah sebelumnya ditutup pada 3 Januari 2019. Tujuan penutupan itu adalah untuk memulihkan dan merevitalisasi ekosistem sepanjang jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Para pendaki pun dilarang melakukan pendakian hingga puncak Semeru (Mahameru). Pihak Balai Besar TNBTS membatasi pendakian hingga Pos Kalimati sesuai dengan rekomendasi PVMBG seiring dengan status gunung tersebut pada tingkat waspada atau level II.

(Antara/arh)