Moeldoko: Kegiatan TNI dan Polri di Nduga Perlu Dievaluasi

Tim | CNN Indonesia
Senin, 22 Jul 2019 17:51 WIB
Kepala Staf Presiden Moeldoko prihatin atas penembakan yang menyebabkan anggota TNI tewas di Nduga, Papua. Menurutnya, kegiatan TNI dan Polri perlu dievaluasi. Kepala Staf Presiden Moeldoko prihatin atas penembakan yang menyebabkan anggota TNI tewas di Nduga, Papua. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) kembali menyerang pasukan TNI di wilayah pembangunan jembatan Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua. Kepala Staf Presiden Moeldoko prihatin atas peristiwa yang terjadi di proyek Trans Papua itu.

Moeldoko berencana mengevaluasi kegiatan taktis para personel TNI dan Polri karena kerap kali terjadi penembakan oleh KKSB di wilayah tersebut.


"Ada sesuatu yang perlu dievaluasi antara TNI dan Kepolisian, bagaimana dia harus melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan secara taktis," kata Moeldoko saat ditemui di PP GMNI, Jakarta, Senin (22/7).


Namun, Moeldoko enggan membeberkan bagaimana pemerintah akan mengevaluasi kinerja TNI dan Polri di Nduga. Dia hanya menegaskan kasus penembakan KKSB di wilayah Nduga Papua masih menjadi kewenangan gabungan antara Kepolisian dan TNI.

"Itu masih ranahnya kepolisian dan TNI, akan melihat kembali," kata dia.


Sebelumnya, KKSB yang diduga dari kelompok Egianus Kogoya melakukan penembakan di wilayah proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (20/7) lalu. Akibat serangan ini, satu anggota TNI tewas tertembak.

Anggota TNI sendiri sudah berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran terhadap KKSB. Akan tetapi, dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammada Aidi mengatakan peristiwa tersebut sekitar pukul 12.45 WIT. Menurutnya, saat itu pasukan TNI sedang istirahat.

"Secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang isoma," ujar Aidi dalam keterangan tertulis.


Aidi mengatakan peristiwa tersebut terjadi cukup singkat. Serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara Hit and Run.

"Pelaku di perkirakan berjumlah 4-5 orang,' ucapnya.

Hingga kini tidak ada keterangan dari pihak yang dituduhkan TNI, Egianus Kogoya.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER