Kuasa hukum Obby, Suwito Winoto menganggap penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Palembang tidak sesuai prosedur. Pihaknya mengklaim barang bukti yang disertakan dalam penyelidikan tidak menguatkan kliennya sebagai tersangka.
"Kami meminta penyidik membebaskan Obby. Kami sudah mengajukan penangguhan penahanan tapi rekomendasi Kapolres untuk diproses [hukum]. Artinya, permintaan penangguhan kami tidak dikabulkan," ujar Suwito.
Berdasarkan pengakuan kliennya, Obby berada di bawah tekanan penyidik saat dalam tahap pemeriksaan. Kata Suwito, Obby dipaksa mengaku menjadi tersangka atas kematian DBJ.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ajukan praperadilan karena tersangka memiliki hak yang harus dipenuhi. Berdasarkan fakta yang kami temukan, Obby tidak melakukan pemukulan terhadap korban. Saat diperiksa penyidik, Obby takut dipukul, diperiksa secara maraton yang menyebabkan psikologisnya terganggu karena tertekan," jelas dia.
Pihaknya melampirkan bukti-bukti berupa hasil keterangan saksi yang tak sinkron dengan hasil penyelidikan. Pihaknya pun melampirkan salinan penetapan tersangka dalam berkas pengajuan praperadilan. Pihaknya menemukan ketidaksinkronan antara keterangan saksi yang mereka dapatkan dengan saksi saat diperiksa kepolisian.
Humas PN Kelas I-A Palembang Hotnar Simarmata membenarkan pihaknya telah menerima gugatan praperadilan dari kuasa hukum Obby. Pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu gugatan tersebut sebelum memutuskan untuk menggelar sidan praperadilan.
"Kita pelajari dulu dan akan kita proses," ujar Hotnar singkat.
[Gambas:Video CNN] (idz/gil)