Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menyebut berdasarkan laporan warga ikan ditemukan mati sejak kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.
"Dari pantauan dan info dari masyarakat jam 10.00 WIB sudah ikan itu mulai mengambang, cuma puncaknya baru pukul 11.30 WIB," kata Direktur Operasional Ecoton, Amir Udin, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga menunjukkan ikan mati di Kali Surabaya. (CNN Indonesia/Farid Miftah) |
Dugaan sementara, Amir mengatakan hal itu bisa disebabkan oleh limbah industri pabrik kertas yang terletak di sekitar lokasi.
Limbah tersebut diperkirakan mencemari aliran sungai Kali Surabaya yang kali ini mengalami penurunan debit, karena memasuki musim kemarau.
"Mulai masuk musim kemarau jadi debit sungai Kali Surabaya mulai turun, dari penelusuran Ecoton, dugaannya ada pabrik kertas di wilayah Driyorejo, dia memberi kontribusi pencemaran. Penelusuran kami, (aliran sungai) sebelum pabrik itu tidak ketemu (ikan munggut), baru setelah pabrik itu mulai banyak," kata dia.
Ecoton telah melaporkan temuannya ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Amir berharap ada tindak lanjut dari laporannya, termasuk penindakan terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Bahayanya, jika benar ikan ini mati kalau disebabkan oleh pencemaran industri kandungan toxic atau bahan berbahaya terakumulasi di tubuh ikan itu, ketika dikonsumsi manusia, itu yang menyebabkan penyakit kanker," kata dia.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar perusahaan mengontrol pembuangan limbahnya, mengingat air sungai Kali Surabaya merupakan bahan baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat, yang dikonsumsi oleh jutaan warga di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.
"Ini mengkhawatirkan karena mendekati intake-nya PDAM, karena ini bahan baku PDAM. Kami rasa PDAM segera mengantisipasi karena bahaya kalau sampai dikonsumsi masyarakat," ujar Amir.
[Gambas:Video CNN] (frd/wis)
Warga menunjukkan ikan mati di Kali Surabaya. (CNN Indonesia/Farid Miftah)