"Dia adalah tersangka teroris jaringan JAD yang memiliki koneksi dan hubungan dengan JAD di Indonesia maupun luar negeri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bersangkutan (Saefullah) sudah diterbitkan DPO oleh Densus 88 sebagai mastermind saat ini yang bersangkutan diduga berada di satu wilayah di Khorasan, Afghanistan," tuturnya.
"Saat ini kekuatan ISIS sudah mengarah ke suatu daerah, yaitu di Khorasan, Afghanistan, ini daerah abu-abu, daerah perbatasan yang tidak bisa dikontrol oleh satu pemerintah, itu sebabnya mereka kuat di situ," ujar Dedi.
Diungkapkan Dedi, Saefullah juga mengontrol sejumlah teroris lain yang ada di Indonesia. Antara lain anggota JAD Kalimantan Timur bernama Yoga yang ditangkap pada Juni lalu. Yoga diketahui menggantikan peran Andi Baso sebagai penghubung antara ISIS atau JAD di Indonesia dan Filipina.
Minggu lalu, tepatnya pada Kamis (18/7), tim Densus 88 Anti Teror menangkap seorang teroris bernama Novendri di rumahnya yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Dalam penangkapan itu, tim Densus 88 turut menyita barang bukti berupa laptop, paspor, lima keping CD tentang kajian Daulah, satu buku tauhid Aman Abdurrahman, satu buah panci kecil, lima buah gulungan kawat, satu buah sambungan pipa kecil, dan sebagainya.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)